28
Feb

Efisiensi Kerja – Lab Test Geoteknik lama

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Geotechnic, News and Opinion, Problems of Engineers

Soal lamanya test geoteknik di laboratorium, memang betul, mengapa?

Kalau hasil mau bagus, test konsolidasi saja per test perlu minimal 7 hari!! Itupun test hanya max sampai 8 atau 16 kg/cm2. Padahal terbaik kalau bisa hingga 32 – 64 kg/cm2.

Test index properties, tiap sample kan mesti di oven, dan itu harus 24 jam!. Test hidrometer juga perlu waktu.

Belum lagi test triaxial, kalau triaxial UU memang relatif cepat. Test triaxial CU perlu 24 jam konsodasi dulu baru di test. Apalagi kalau triaxial CD, bisa seminggu atau lebih, makanya tidak ada lab juga yang mau test triaxial CD.

Jadi, kalau mau cepat, ya berarti alat harus ditambah, tempat kerja harus diperbesar, personel harus di tambah. Namun ada masalah lagi. Harga soil test yang dapat dikatakan sulit banget disesuaikan ke atas membuat perusahaan soil test susah invest alat baru dan orang geoteknik bermutu.

Nah disamping hal itu, soal efisiensi kerja, ada masalah besar lain yang terjadi di masyarakat kita ini, diantaranya:

1. Pemilik modal/Developer/Institusi yang mau bangun (termasuk lembaga pemerintah) dalam mengambil keputusan sering kali lama banget di proses planning nya. Setelah memutuskan, maka maunya besok semua sudah jadi.

2. Tenaga kerja kita yang tidak efisien kerjanya. Contoh disini di kompleks perumahan saya, bangun selokan cuma sekitar 200 m sudah dari September sampai hari ini tidak kelar2, itu dari pemprov. Padahal galinya sudah pakai excavator!!

Jadi efisiensi dan etos kerja di kita memang perlu dirombak besar-besaran.

Adakah kemauan untuk itu? Sanggupkah???

GTL, 210203

28
Feb

GELAR

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Education, General, Geotechnic, News and Opinion

Apalah artinya sebuah gelar apabila di keplamu kosong. Dan apalagi artinya sebuah gelar kalau merasa kepala banyak isi tapi prakteknya ngawur, SALAH SANA SALAH SINI?? Salah satu contoh masa hasil Analisa menghasilkan FK Gempa lebih besar dari FK Statik (FK= Faktor keamanan), ini dikerjakan seorang pengajar bergelar S3 loh.

Di Indonesia kita pasang semua gelar dari S1 sampai S3 plus keanggotaan.

Contoh, kalau dipasang semua nih nantinya

Prof. Dr. Ir. MabokGelar ST. M.Eng, ChFC, HATTI, HAKI, PII, STRI, SKA, IPTB DKI, IPTB JABAR, SEAGS, ISSMGE.

Nah loh… Bukankah kalua sudah S3 berarti sudah ada gelar S1 S2. Jadi gelar S1 dan S2 gak perlu dipasang lagi. Kalau sudah Profesor artinya pasti sudah adah S1 s.d S3 jadi gelar S1 sampai S3 gak perlu dipasang lagi.

Padahal di luar negeri kalau masih satu jurusan maka sesudah S3 gelar S1 S2 tidak lagi dipasang, sesudah prof gelar S3 juga gak dipasang lagi. Juga keanggotaan dan profesional engineer nya tidak dipasang lagi. Kalaupun dipasang maka keanggotaan asosiasi profesi itu tidak dipasang di belakang nama. Tetapi di bawah nama, jadi ditulis nya begini:

Prof. LAPARILMU, ChFC

Professional Engineer

M.SEAGS, M.ISSMGE, M.HATTI, M.HAKI


Kalaupun professional engineer nya dipasang di belakang nama maka jadi:

Dr. LaparIlmu P. Eng.

atau

Prof. LaparIlmu P. Eng

Nah…. Loh…. kita mau adu panjang gelar kah? Atau adu dalam ilmu??

Maaf ya, apakah sekolah keinsinyurannya mengajarkan ilmu-ilmu teknik canggih? Atau hanya etik dan administratif plus belajar menulis pengalaman engineering?

GTL, 210130

28
Feb

Tanah Jangan dijadikan Anak Tiri

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, News and Opinion

Jangan pernah meng-anak-tiri-kan Tanah , karena sang anak tiri akan membalas dengan berlipat-lipat.

Yang dimaksud adalah jangan pernah menyepelekan soil investigation dan jangan mengabaikan geotechnical engineer dalam merancang sesuatu yang “menyerempet” bahaya.

Pakailah geotechnical engineer yang mumpuni dari awal, biar sang geotechnical engineer yang memilih test tanah yang diperlukan, dan bukan ditawar-tawar. Ingat: ada harga ada barang. Anda-anda yang berprofesi sebagai developer, tentunya tahu harganya uang. Dan tentunya tahu tidak selamanya anda bisa bayar murah. Murah Cepat dan Bagus tidak bisa ada tiga-tiganya dalam waktu bersamaan, kecuali anda super-super beruntung (super hok-khi kata bahasa sananya, dan hok-khi ada batasnya).

Bangunan di tepi tebing adalah bangunan yang “bermain mata” dengan “maut” buat sang bangunan dan buat penghuninya. Juga tentunya buat pemiliknya.

Duit buat soil test yang tepat dan bagus, buat bayar qualified geotechnical engineer, dan buat bayar kontraktor pondasi yang handal, tidak seberapa dibanding degan keamanan bangunan, sedapnya mata, dan kenyamanan penghuni.

Developer kan tidak harus selalu untung di satu bangunan yang terdiri dari sebuah atau beberapa kompleks bangunan. Bisa jadi di satu bangunan hanya break-even, atau sedikit merugo karena kebetulan sang tanah minta duit lebih untuk “perawatan”nya.  Tetapi manfaatnya/untungnya kan dari tempat lain yang utama. Dan yang di lereng2 itu kan ada pesona daya tariknya, karena pemandangan di area lereng umumnya bagus.

Dan yang terpenting bagi developer, jangan lupa anda cari UNTUNG besar dari TANAH. Jadi jangan jadikan tanah anak tiri saat dia butuh uang lebih dari kantong anda!!!

Sekali anda berhemat uang tanah dan uang ahli geotek, anda akan melakukan kedua kali, dua kali berhasil, akan ada yang ketiga dst…….

Sampai suatu hari sang tanah akan “menabok” anda.

GTL, 200127

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer