28
Feb

Tumpang Tindih Sertifikasi Keahlian ?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Ada tumpang tindih SKA, STRI, sertifikat keinsinyuran, IPTB daerah,… Rasanya berlebihan dan membuang banyak waktu produktif.

Maka usul saya:

1. Sertifikasi Nasional, baik namanya STRI, SKA atau Keinsinyuran atau apapun adanya, hanya SATU dan berlaku Nasional. Mau melalui ujian boleh boleh saja. Tapi bukan sekolah 1 tahun. Melainkan workshop untuk penyeragaman pemahaman SNI terkait.

2. IPTB propinsi (tidak boleh ada level kota yg ada hanya level propinsi) hanya berlaku bagi yang belum punya sertifikat Nasional. Boleh saja syarat memperoleh sertifikat nasional minimal harus punya satu sertifikat level propinsi dahulu.

3. Bila di propinsi tertentu punya kekhususan syarat tersendiri, maka pemegang sertifikat Nasional cukup ikut wotkshop 1 hari atau ujian mengenai kekhususan tsb untuk dapat praktek di propinsi tersebut bila berkaitan dengan hal khusus itu.

Organisasi profesi atau lembaga pengesahan sertifikasi bukan lembaga pendidikan, jadi bukan mewajibkan profesional sekolah, tetapi mewajibkan training profesional berkelanjutan, misalnya wajib ikut workshop/seminar terkait profesinya resmi minimal selama 40 jam dalam setahun.

Jadi jangan sampai sertifikasi bersifat tumpang tindih antar negara dan propinsi, serta antara organisasi/lembaga.

Jangan sampai sertifikasi profesional dijadikan ladang cari duit lembaga profesi dengan akibat saling tumpang tindih.

Begitu, mungkin ada kekurangan silakan di tambah/dikoreksi, namun jangan menambah jadi rumit. Tujuan kita dalah menjadikan profesi Sipil bermutu dan berkelas!!

GTL, 200119.

28
Feb

Kelemahan kita? Enjinir?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Kita kita di sini, di bumi pertiwi ini kelemahan terbesar adalah sering kali dalam mengambil keputusan, atau partisipasi dalam sesuatu, sadar tak sadar yg pertama terlintas dalam alam sadar atau bawah sadar adalah: “Apa untungnya bagi saya?”. Bila tak ada untung cenderung apatis. Atau dengan penghalusan kata kata: netral, atau no comment, atau tak ikutan.

Kalau beli barang atau jasa, ada teman atau saudara jual HP misalnya, cenderung tetap cari di luar yang menurut sang pembeli termurah. Beli software misalnya, ada agen di Indonesia, tetap googling dan berusaha beli langsung ke laur negeri dengan pikiran bisa dapat nego atau gak usah bayar pajak (karena agen di dalam negeri gak bisa lepas dari pajak). Kalau metekomendasi seseorang atau suatu barang lalu bertanya ada komisinya gak??

Lalu emangnya tak boleh? Kan itu prinsip ekonomi!!

Saya sih tertawa, betul, gak salah, itu sikap businessman tulen! Sikap prinsip “economic animal”, pengeluaran sekecil-kecilnya! Untung sebesar-besarnya!! Teori Malthus (?): homo homini lupus, manusia adalah srigala sesamanya!!

Terbayangkah oleh anda bahwa kalau anda membeli software via online atau langsung ke luar negeri (padahal harga sama dan hanya ada tambahan unsur pajak karena sang agen harus bayar pajak disini), beli langsung ke LN berarti seluruh devisa dollar kita (Indonesia) terbang seluruhnya ke LN!! Sedangkan kalau kita beli via agen disini, ada 10-20% yang tetap di Indonesia karena itu bagian komisi dari si agen, dan ada pemasukkan pajak yang masuk negara!! Bayangkan kalau dalam keluarga anda, anak anda jual HP seharga Rp. 8juta, katakan lebih mahal Rp. 250ribu dari beli di Roxy Mas misalnya, nah kalau anda beli di Roxy semua 8 juta hilang. Kalau beli dengan anak anda, 8juta plus 250ribu pindah ke kantong anak, yg notabene masih anak anda. Kalau anak anda susah kan anda juga susah atau minimal ikut repot!!

Saya melihat perusahaan2 Jepang, Prancis, China, mereka memang proyek disini selalu berusaha pakai orang2/barang2 mereka sendiri walau sedikit lebih mahal!! Mereka jauh lebih kompak!!! Walau barang bangsanya sendiri lebih mahal.

Jadi bagaimana dengan kita kalangan enjinir??  Apa kalau merekomendasi teman atau ajak teman dalam negeri bekerja sama, masih mau minta komisi?? Dan masih mencari ke luar negeri padahal ada agennya di dalam negeri???

GTL, 201011

28
Feb

Segerobak Persyaratan Tenaga Ahli

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Dunia konstruksi sekarang ini kok malah tambah “aneh” yah??

Presiden mau menyederhanakan perijinan. Ini malah daerah dan organisasi serta instansi tertentu ramai2 mengeluarkan sertifikasi, seorang tenaga ahli harus memiliki surat Ijin Perencana di hampir setiap provinsi, contoh mau kerjakan proyek di Bandung hatus ada surat ijin di Jabar. Mau di Jakarta harus ada ijin di Jakarta (ini sudah dejak tahun 80an sudah ada). Di tingkat nasional ada SKA (surat keterangan ahli) dari LPJK, terus ada lagi sertifikat keinsinyuran dari PII dan ada lagi yg terbaru namanya STRI…. Busyet deh…. Bukannya streamlining malah tambah banyak.

Pusing… Bisa bisa banyak sekali waktu dan uang terbuang untuk urus yg namanya keterangan tenaga ahli dengan segala persyaratannya yang ajubila dengan meminta banyak data, dari pengalaman, nilai kontrak, bukti kontrak, dan bukti pajak. Padahal di dunia ekonomi (kontrak) ada klausul confidentiality, data protection, dan non disclosure.

Lalu bagaimana jaminan keamanan data? Kalau sampai bocor datanya lalu apakah ada sanksi buat penyelenggara?kalau alasan untuk mengurang korupsi dan mark up, apa iya harus tenaga ahli yang memasukkan data?? Bukankah itu lebih tepat kalau mengaudit perusahaan perusahaan, instansi dan pejabat yang berwenang?…. Maaf kalau salah… Pusing soalnya!!!

GTL, 201007

Geotechnical & Motiviational Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer