26
May

INTERPRETASI KUAT GESER TANAH LEMPUNG TEGUH JAKARTA DARI DATA PRESSUREMETER BERDASARKAN PENGEMBANGAN TEORI CAVITY EXPANSION

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Contents, Geotechnic, Technical Paper & Presentation (Others)

ABSTRAK

Tanah lempung teguh Jakarta dijumpai di kedalaman antara 30m hingga lebih dari 150m, berwarna keabuan, bernilai N SPT antara 18 hingga 25 pukulan/30cm, sering dilaporkan tersementasi, dan bersifat agak getas, sulit diperoleh contoh tanah tak terganggu. Gangguan pada contoh tanah dari mulai pengambilan di lapangan hingga persiapan contoh tanah di laboratoriun dan stress relieve yang besar tidak jarang menimbulkan rekahan-rekahan mikro pada contoh tanah yang dipersiapkan untuk uji triaxial, akibatnya parameter kuat geser lempung teguh tersementasi ini tidak dapat terkuantifikasi dengan baik. Akan jauh lebih baik bilamana parameter kuat geser tanah ini bisa diperoleh dari uji in-situ karena efek gangguan pengambilan dan persiapan contoh tanah dapat dihindari. Hingga saat ini satu-satunya uji in-situ yang dapat menghasilkan kurva tegangan-regangan tanah seperti uji triaxial, hanya uji Pressuremeter (PMT), karena itu dihipotesakan bahwa melalui teori cavity expansion akan dapat diturunkan parameter kuat geser tanah (kohesi dan sudut geser dalam). Dengan mengembangkan teori cavity expansion parameter kuat geser berhasil diturunkan dengan cara pencocokan (matching) kurva perhitungan teoretis dengan kurva data uji PMT. Didapatkan bahwa: sebelum tegangan leleh, Py,  parameter kohesi lempung teguh Jakarta meningkat secara linear terhadap kedalaman dengan angka 145kPa di kedalaman 30m hingga 475kPa di kedalaman 100m, dan nilai sudut geser dalam bervariasi antara 21o-33o; di atas tegangan leleh, Py, kohesi tidak lagi bekerja dan hanya sudut geser dalam yang bekerja. Nilai sudut geser dalam yang didapatkan dari uji PMT bernilai tetap yaitu: fpeak = fultimate = fPMT, ini berarti sudut dilatansi lempung teguh Jakarta sama dengan nol (y = 0). Nilai fPMT berada pada rentang nilai sudut geser dalam efektif (drained) yang didapatkan dari uji triaxial consolidated undrained, namun nilai kohesi yang didapatkan lebih besar dari uji triaxial. Nilai kohesi uji triaxial lebih kecil dikarenakan efek gangguan dan relaksasi menimbulkan retak mikro dalam contoh tanah yang berakibat efek sementasi tanah lempung teguh berkurang. Disimpulkan bahwa kuat geser tanah lempung teguh Jakarta dapat diturunkan dari uji PMT dan kuat geser yang dihasilkan adalah kuat geser efektif (drained). Untuk kuat geser undrained didapatkan konstanta pressuremeter Np sebesar 5.50.

Download: GOUW-2017-RingkasanDisertasiGTL-s-DOI 10.13140RG.2.2.17448.93442

31
Jul

Bentley 2019 Infrastructure Conference – 21-24 Oct Singapore

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Contents

08
Aug

Third Indonesian Plaxis User Meeting – 8 Aug 2018

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Contents

The 3rd Indonesian Plaxis User meeting
Jakarta, August 8, 2018.

The presentation files can be downloaded here:  PUM2018s-GTL-compiled PUM2018s – MIKE

 

Geotechnical & Motiviational Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer