28
Feb

TANGGUL TERLEWATI AIR

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Technical Information

Buat tanggul kalau tanpa survey dan tanpa pakai ilmu enjiniring ya kejadiannya spt itu. Air melewati atas tanggul. Itu namanya “crest overflow” atau “over topping”. Kalau bagian atasnya tidak kuat maka berikutnya akan terjadi “washout failure” yaitu rusaknya tanggul akibat bagian atas mulai tergerus/terkikis aliran air, lalu akhirnya bagian tersebut tanggulnya bisa hilang tersapu air.

Oh kalau gitu gampang, tinggikan saja tanggulnya, atas dan sampingnya kasih beton. Kita keluar duit. Celetuk yg punya duit.

Ups… Sebentar. Semakin tinggi tanggul dan semakin berat struktur tanggul, bila tanah di bagian dasar tidak diperiksa dan dihitung kekuatannya, tanggul bisa longsor, ini namanya harus di cek terhadap “kestabilan lereng (slope stability) “.

Apakah cukup itu saja?

Oh…masih ada. Bisa saja seluruh  itu amblas lalu roboh, itu namanya “keruntuhan daya dukung (bearing capacity failure)”.

Udeh itu saja?

Ups… Tunggu dulu… Masih ada masalah lain, saat air meninggi disisi air, air akan perlahan-lahan merembes ke dalam tanah tanggul, ini namanya “seepage atau rembesan”, bila kekuatan rembesan ini berjalan lama dan gaya akibat rembesan ini tidak dihitung, tanah yg dilalui air rembesen akan terjadi erosi di bagian badan tanggul, ini namanya “piping atau erosi buluh”, dan ujung-ujungnya? Ya tanggul roboh juga.

Itu saja? Oh ada satu lagi,  air bisa juga merembes dari bawah tanggul, tanah di dasar tanggul bisa juga tererosi, dan gaya rembesan (namanya seepage force)  di dasar tanggul, dapat berakibat daya dukung tanah dasar tanggul berkurang, dan bila mencapai batas kekuatan tanah, maka tanggul akan bergerak dan bisa roboh pada akhirnya.

Demikian penjelasan dengan bahasa sederhananya.

GTL, 210220

Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD

Dr. Gouw is a certified Professional Geotechnical Engineer. He has been working in the field of Geotechnical Engineering since 1984. His expertise covering geotechnical investigation, soil instrumentation, deep foundation and excavation for high rise buildings, pile load testing (Static and PDA), pile integrity testing (PIT), sonic logging test, vibration monitoring, slope stability, ground anchors, pumping test, dewatering, micropiles, tunnelling and ground improvement works, e.g. dynamic compaction, vertical drain, vibro-compaction, geosynthetic and grouting. The jobs cover more than 180 projects in Indonesia, Singapore and Srilanka. He has a great passion in the teaching and disseminating of geotechnical engineering knowledge. He serves as lecturer since late 1984. Currently, he serves as Associate Professor at Podomoro University, Jakarta for undergraduate study, and for post graduate students at Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Indonesia. He also conduct regular geotechnical training for engineers. He also chaired the Indonesian Chapter of International Geosynthetics Society since 2006. He has published 80 papers and 22 technical notes.

Geotechnical & Motiviational Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer