Specialist in Design, Supervision/Execution of:

Dewatering,Pumping Test,PDA-PIT-Sonic Logging-Vibration Monitoring,
Pile/Plate Load Test,Soil Instrumentation,Soil Nailing,MicroPile,Grouting
Deep Foundation,Deep Excavation,Slope Stability,Ground Improvements
Geosynthetics & Other Geotechnical Works
Agent of Geotechnical Softwares:
PLAXIS, GEO5, Deltares, DC Software, RocScience, GeoSmart, NovoTech, etc.

GOUW Tjie-Liong Ir., M.Eng., ChFC

  • Senior Geotechnical Consultant
  • Chartered Financial Consultant, ChFC
  • Senior Geotechnical Engineering Lecturer/Trainer
  • Provider of Geotechnical Short Course / Training
GTL Brief Profile
14
Oct

Beberapa catatan tentang element geogrid, plate, node to node anchor, dan interface dalam PLAXIS

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

  1. Untuk Ground Anchor, free length dimodelkan dengan NODE TO NODE Anchor. Dalam hal ini batang diantara NODE to NODE (garis antara titik ujung awal dan titik ujung akhir) dalam perhitungan dianggap tidak berinteraksi dengan tanah, artinya tidak ada friksi dengan tanah. Kontak dengan tanah hanya ada di ujung awal dan di ujung akhir. Untuk bagian bond lengh, dimodelkan dengan “GEOGRID”. Elemen “GEOGRID” dalam Plaxis dipakai untuk memodelkan “sesuatu” yang hanya bisa menerima gaya tarik. Element “GEOGRID” tidak bisa menerima gaya tekan. Ground anchor umumnya dibuat dari strand (jaringan kabel baja2 halus), karena itu hanya bisa menerima gaya tarik dan karena itu cocok dimodelkan dengan geogrid element untuk bond lengthnya.
  2. Elemen INTERFACE dalam Plaxis dalam praktek terutama dipakai untuk mengurangi friksi antara bidang kontak tanah dengan “Elemen struktur”; yang oleh teman2 disebut sebagai ‘faktor delta’. Contoh: Misalnya dalam bidang kontak antara sheet pile baja (dimodelkan sebagai PLATE element dalam Plaxis) dengan tanah. Tanpa elemen INTERFACE, maka tanah dan sheetpile akan dianggap menempel terus, dan tidak akan terjadi slip antara tanah dengan sheet pile. Dengan elemen INTERFACE dimana R-inter dimasukkan kurang dari satu, biasanya berkisar 0.67 – 0.80, maka friksi antara tanah dan sheet pile dikurangi dengan faktor R-inter tersebut. (catatan: bila R-inter diambil sama dengan SATU maka dalam hal ini sama saja dengan tanpa interface).
  3. Ada fungsi lain element interface, yaitu: dalam mode air, jika element interface aktif, maka air tidak bisa tembus. Kalau non aktif maka air bisa tembus. Karena itu dikatakan oleh Sdr. Erick bahwa kalau dalam pemakaian element GEOGRID dimodelkan geotextile sungguhan, maka interface dalam mode tanah harus aktif, tetapi dalam mode air harus non aktif. Kalau element GEOGRID dipakai untuk memodelkan geomembrane maka dalam mode tanah dan mode air keduanya harus aktif.
  4. INTERFACE dalam pemodelan ground anchor. Dalam bagian free length yang dimodelkan dengan node to node anchor, element interface disini tidak berguna. Untuk Bond Length Ground anchor yang dalam kenyataan umumnya dilaksanakan dengan menggrouting bagian bond length, maka friksi antara tanah dengan bagian bond length ini menjadi lebih besar dari friksi tanah (c dan phi tanah), maka dari itu pemakaian INTERFACE disini tidak berguna. Bila digunakan interface dan dimasukkan R-inter kurang dari satu, maka memang tidak realistik. Karena itu manual Plaxis mengatakan tidak realistik.
  5. Pemodelan pile dalam Plaxis 2D, hanya bisa “dipaksakan” jika dan hanya jika formasi pile teratur, misalnya semua pile berada dalam satu garis, seperti soldier pile misalnya (harus memodelkan dengan baik). Kalau formasi pile tidak teratur, maka harus memakai PLAXIS 3D.
05
Oct

Testimonial after Oct 2012 Course

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in Testimonials

Prof.Dr. Ir. Indarto (ITS – Oct 5,2012): Setelah mengikuti pelatihan Plaxis di GTL,  saya menjadi terbuka dan sadar , bagaimana bahayanya seseorang ketika melakukan perhitungan dengan program Plaxis, bila tanpa disertai pengertian secara benar tentang konsep dasar program dan cara memperlakukannya.

Saya salut pada Mr.Gouw yang rela membagikan kemampuan, keahlian dan pengalamannya selama saya mengikuti pelatihan tersebut, saya percaya itu hal itu akan sangat berguna bagi para peserta pelatihan khususnya dan perkembangan perhitungan geoteknik di Indonesia pada umunya. Thank you Mr. Gouw

20
Aug

A short course on Geotechnical Eng. & Geo5 Software

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in Past Courses

Date: 26-28 September 2012

Registration: gtloffice@gmail.com

Latar Belakang:

Dalam praktek sering kali kita menggunakan software (Geo5, Plaxis dll) untuk meganalisa permasalahan geoteknik seperti kestabilan lereng, dinding penahan tanah, galian dalam, merancang kapasitas pondasi dan lain-lain. Namun, sering para pengguna software tersebut kurang memahami pengetahuan geoteknik yang memadai, sehingga tidak jarang dijumpai apa yang dinamakan garbage in garbage out. Alhasil didapatkan desain-desaian yang tidak baik. Pelatihan ini dirancang untuk menyegarkan dan memperdalam pengetahuan geoteknik bagi para praktisi, kontraktor, konsultan dan akademisi yang berkecimpung di dunia teknik sipil pada umumnya dan dunia geoteknik khususnya. Pelatihan akan sekaligus mengajarkan beberapa modul GEO5 dalam perhitungan Penurunan Tanah, Dinding Penahan Tanah, Soil Nailing, Kestabilan Lereng dll.

Instruktur Pelatihan:

Pelatihan dibawakan oleh Ir. Gouw Tjie Liong M.Eng, ChFC yang berpengalaman lebih dari 26 tahun dalam perencanaan/konsultasi, pelaksanaan, dan supervisi pekerjaan Geoteknik baik di dalam maupun di luar negeri.

 Peserta:

  • Pelatihan dirancang untuk para sarjana teknik sipil yang berpraktek sebagai konsultan, kontraktor, akademisi; para praktisi dunia teknik sipil pada umumnya serta para praktisi geoteknik khususnya.
  • Agar efektif peserta dibatasi maksimum 24 orangFirst pay first serve basis.

Materi Pelatihan:

Pelatihan dilakukan dengan format penyegaran dasar-dasar dan pendalaman ilmu geoteknik disertai dengan petunjuk dan keterangan-keterangan aplikasi dalam praktek pelaksanaan. Isi pelatihan mencakup:

  1.  TEGANGAN EFEKTIF:  Konsep Tegangan Efektif; Gaya-gaya dalam Struktur Tanah; Perubahan Tegangan Efektif dan Tegangan Air Pori; Perhitungan Tegangan Air Pori; Tegangan Efektif bila ada Rembesan Air tanah; Perhitungan Tegangan Efektif untuk Jangka Waktu Pendek dan Jangka Waktu Panjang; Pengaruh Tekanan Air Artesis; Galian dan Tekanan Air Artesis; Pengaruh Penurunan Muka Air Tanah terhadp Tegangan Efektif.
  2. KUAT GESER TANAH dan PRILAKU TEGANGAN REGANGAN TANAH: Keruntuhan Geser; Konsep Keruntuhan Mohr Coulomb; Kriteria Keruntuhan Tegangan Total; Kriteria Keruntuhan Tegangan Efektif; Parameter Kuat Geser yang didapatkan dari Uji Geser Langsung,  Uji Triaksial, UU, CU dan CD; Uji Triaksial MultiStage; Konsep Drained dan Undrained; Batasan Kondisi Drained dan Undrained;  Lingkaran Mohr; Titik Tegangan; Jalur Tegangan; Parameter Teganggan Air Pori A dan B dari Skempton; Prilaku Tegangan Regangan Tanah Pasir; Critical State Line; Friction Angle dan Dilatancy; Prilaku Tegangan Regangan Tanah Lempung  Terkonsolidasi Normal dan Over Consolidated
  3. PENURUNAN TANAH:  Konsep Penurunan Tanah; Penurunan Elastis; Perhitungan Penurunah dengan menggunakan Hukum Hooke; Distribusi Tegangan; Diagram Newmark dan Cara Penggunaanya; Persamaan Boussinesq dan Persamaan Westergaard; Diagram Distribusi Tegangan; Bola Lampu Tegangan (Pressure Bulb); Cara Pendekatan; Perhitungan Penurunan Seketika; Medoda Janbu et al; Metoda Buttler; Penurunan Pondasi Kaku dan Pondasi Flexible; Pengaruh Kekasaran dasar Pondasi; Penurunan Primer / Konsolidasi; Proses Konsolidasi; Perubahan Tegangan Akibat Konsolidasi; Penurunan Konsolidasi Satu Dimensi; Regangan Vertikal vs Void Ratio; Uji Oedoemeter: Tegangan Pra-konsolidasi; Tanah NC dan OC; Virgin Compression Line; OCR; Indeks Kompresi dan Rekompresi; Koefisien Kompresibilitas Volume; Penurunan Tanah NC dan Tanah OC; Nilai-nilaiTipikal Cc dan Cr; Korelasi dengan Kadar Air; Faktor Koreksi Skempto Bjerrum; Waktu dan Kecepatan Konsolidasi; Derajad Konsolidasi dan Faktor Waktu; Koefisien Konsolidasi; Cara Taylor dan Cara Cassagrande dalam Penentuan Koefisien Konsolidasi; Penurunan Sekunder, Metoda Asaoka.  
  4. TEKANAN TANAH LATERAL: Struktur Pemikul Tekanan Tanah Lateral; Tekanan Tanah Lateral dan Koefisien Tekanan Tanah Lateral; Tekanan Tanah dalam Keadaan Diam; Nilai Tipikal Ko; Teori Tekanan Tanah Rankine, Coulomb, Caquot dan Kerisel; Tekanan Tanah Lateral akibat Beban Luar.
  5. ANALISA KESTABILAN LERENG: Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng; Tipe lereng; Analisa Kestabilan Infinite Slope; Analisa Kestabilan Finite Slope; Slip Circle Analysis;Metoda Fellenius; Metoda Bishop; Perkuatan dengan Geosynthetics;
  6. Studi Kasus Penggunaan program GEO5 untuk perhitungan penurunan, kestabilan lereng, dinding penahan tanah, soil nailing dll.

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer