14
Oct

Prediksi nilai Cu dalam model Mohr Coulomb di PLAXIS

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Pertanyaan:

Dari data triaxial CU yang saya dapatkan dan saya coba lakukan verifikasi model dengan menggunakan model MC dan mengasumsikan nilai E’50 = 0.667Eu didapatkan nilai stress failurenya yang cukup jauh dengan nilai stress failure pada pengujian triaxial, hal ini tidak sesuai dengan hasil pada paper2 yang saya dapatkan yang rata2 hampir dekat dengan pengujian triaxial (apa mungkin triaxialnya yang tidak benar?atau saya yang salah memodelkannya, sayangnya saya baru memiliki sedikit data dan sedikit ilmu pemodelan) dan menurut sependek pengalaman saya mencoba hal ini, prediksi nilai E’50 tampaknya bisa lebih besar dari 0.667Eu bagaimana pendapat yang terhormat para suhu?

Jawaban:

Model Mohr Coulomb (MC) TIDAK DAPAT memprediksi nilai undrained shear strength dengan benar dalam analisa Finite Elemen (PLAXIS). Karena stress path Mohr Coulomb mempunyai mean effective stress (p’) yang konstan. Disini garis stress path MC dalam p’-q plot akan berjalan tegak lurus sumbu p’. Dalam kenyataan untuk tanah lempung normally consolidated stress path akan berjalan melengkung ke arah kiri (nilai p’ berkurang) dan mencapai garis keruntuhan dititik yang lebih rendah dari pada yang didapatkan dari teori Mohr Coulomb. Artinya dalam PLAXIS bila Undrained analysis dilakukan dengan menggunakan effective stress parameters (dalam PLAXIS disebut sebagai METHOD A atau UNDRAINED A), maka undrained shear strength yang dihasilkan akan lebih tinggi dari kenyataan.

Nilai E’50 bisa lebih besar dari 0.667Eu?
Secara teoretis nilai E’50 = 2/3 * (1+v’) *Eu. dimana Eu = E undrained, v’ = drained Poisson ratio yang berkisar dari 0.3 – 0.35, maka bila nilai v’ disubtitusikan ke dalam persamaan tersebut akan didapatkan nilai E’50 berkisar antara (0.87-0.90) Eu. Jadi jawabannya adalah nilai E’50 bisa lebih besar dari 0.667 Eu.

14
Oct

Apa fungsi water pressure pada plaxis pada proses konsolidasi kalau plaxis selalu menganggap lapisan tanah yang kita modelkan selalu diasumsikan fully saturated?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Pertanyaan:
….yang mau saya tanyakan apakah temen2 pernah ada yang memperhatikan pada proses konsolidasi di plaxis mau water pressure kita generated ataupun tidak pada saat kita telah melakukan phase perhitungan konsolidasi tingkat saturasi tanah selalu 100% mulai dari permukaaan sampai dengan kedasar lapisan. berarti apa fungsi water pressure pada plaxis pada proses konsolidasi kalau plaxis selalu menganggap lapisan tanah yang kita modelkan selalu diasumsikan fully saturated……

Jawaban:
Ada kurang pemahaman penanya terhadap TEORI KONSOLIDASI. Teori konsolidasi berangkat dari kondisi tanah jenuh air (fully saturated soil) pada tanah berbutir halus, terutama tanah lempung; dimana akibat pembebanan, timbul tegangan air pori berlebih (excess pore water pressure), bersama berlalunya waktu, tegangan air pori berlebih ini akan berkurang (dissipated), dimana air yang berada dalam pori-pori struktur tanah tergeser keluar ke area yang tidak terkena tegangan berlebih, keluarnya air pori ini berakibat pori-pori tanah mengecil, dan tanah menjadi turun. Proses keluarnya tegangan air pori ini disebut KONSOLIDASI, turunnya tanah akibat proses konsolidasi ini disebut CONSOLIDATION SETTLEMENT. Keluarnya tegangan air pori berlebih ini tidak berarti tanah lalu menjadi kering! Melainkan hanya ukuran ruang pori tanah yang mengecil, dan masih tetap ada pori-pori tanah dan air dalam pori-pori tanah masih tetap ada, karena itu tanah TETAP dalam kondisi FULLY SATURATED. Jadi PLAXIS tidak salah dalam hal ini.

14
Oct

Perlukah INTERFACE dalam memodelkan Geotextile dalam PLAXIS?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Pertanyaan di FGI: Mohon pencerahannya bagaimana cara memodelkan geotextile yang benar pada program PLAXIS, apakah perlu menggunakan elemen interface atau tidak?

Jawaban:

Pemodelan geotextile (baik non woven atau woven geotextile) dalam Plaxis dilakukan dengan menggunakan icon element GEOGRID. Untuk mendapatkan jawaban apakah diperlukan element INTERFACE atau tidak, maka perlu diketahui terlebih dahulu dalam perhitungan manual apakah anda mengurangi friksi antara tanah dengan geotextile? Jawabannya adalah umumnya dikurangi, misalnya, biasanya nilai phi’ diambil sebesar (0.67-0.75) phi’ dan nilai c’ diambil sebesar (0.67-0.75) c’.  Di dalam PLAXIS, untuk mengurangi faktor gesekan bidang kontak ini digunakan element INTERFACE, dan dimasukkan nilai R-inter sebesar antara 0.67 hingga 0.75.

Apabila digunakan geosynthetic jenis geogrid, yang berlubang-lubang itu, elemen melintang arah tarikan (gerakan geogrid) dapat menimbulkan perlawanan tanah pasif, yang akan memperbesar “gaya gesekan” antara tanah dengan geogrid. Dalam hal ini di perhitungan manual sering juga nilai c’ dan phi’ tidak dikurangi, jika ini yang dipakai, maka tidak perlu memakai elemen INTERFACE. Disini tanah dan geogrid kontak secara “senyawa” artinya setiap titik bidang kontak antara tanah dengan geogrid bergerak bersama-sama.

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer