28
Feb

Untuk apa CODE – STANDARD dan Revisinya

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Back to basic:

1. Buat apa code dibuat?

2. Mengapa harus ada revisi?

Pendapat dan sepanjang serta sesempit pengetahuan saya, nomor 1 code dibuat untuk menjaga KEMANANAN dan KEPENTINGGAN PENGGUNA BANGUNAN yg tidak mengerti ilmu enjiniring bangunan (apapun itu). Supaya ada “compliance” dari para kontraktor dan konsultan dan tidak terjadi “kelalaian” di proyek.

Disamping itu tidak semua enjinir (atau bahkan nyaris tidak ada) yang ahli di semua aspek science, engineering, baik dalam teori dan perhitungan serta detailing bangunan, karena itu perlu disederhanakan dalam bentuk code, sehingga para pihak yg terlibat tidak perlu mendalami semua aspek terkait. Tinggal pakai code dan ikut code.

Code (seyogyanya dan asumsinya) dibuat, disusun, dan dirangkum oleh para ahli terkait yg mengerti betul apa yg ditulisnya dalam code termasuk sebab mengapa ditulis demikian dan akibatnya bila tidak dituruti. Jadi sudah melalui pertimbangan yang matang.

Nomor 2 – Revisi code.  Kalau revisi berarti ada yg diubah. Mengapa diubah? Artinya berdasarkan “penemuan” baru code yg direvisi dipandang tidak atau kurang aman atau mungkin ada juga yg terlalu aman. Jadi perlu diubah.

Nah dalam hal diubah karena kurang aman atau tidak aman, maka seharusnya semua bangunan yg telah ada ataupun dalam tahap desain harus dievaluasi ulang dan diperkuat bila tidak memenuhi syarat code baru. Terutama sekali bangunan bangunan publik. Biaya dari mana? Masing masing pemilik tentunya.

Gouw-200716.

28
Feb

Pelatihan FEM Geoteknik

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Saya melihat banyak yang mengedarkan Plaxis/Midas/RocScience bajakan secara berterang, baik dengan menjual keanggotaan dalam satu wadah, ataupun di media jualan elektronik lainnya. Sangat sangat murah dibanding dengan software aslinya. Hal ini mendorong banyak orang melakukan desain dengan software2 bajakan tersebut atau dengan  software demo. Banyak yang belajar dari tutorial atau dari teman/tutor baik secara berbayar ataupun gratis. Dan terutama sekali, dan sangat manusiawi, bila semua suka dengan yang gratis tentunya. Atau dengan yang super duper murah.

Bagi penjual softaware bajakan, baik via uang keanggotaan atau lainnya, itu uang yang sangat sangat mudah dan setahun bisa menghasilkan uang ratusan juta dan keuntungan yang melebihi agen penjual software. Anda tentunya bisa menghitung sendiri.

Tidak salah juga sih kalau pakai software bajakan untuk belajar, apalagi buat mahasiswa dan enjinir baru, mengingat software2 tsb tergolong sangat menguras kantong, bahkan bisa2 kantong sampai bolong juga tak cukup. Namun, sangat disayangkan bila proyek proyek bernilai puluhan bahkan ratusan miliar sang desainer juga menggunakan software bajakan atau software trial version!!!

Di jaman pandemi ini berjamuran juga yang menawarkan pelatihan software elemen hingga, baik berbayar ataupun yang tidak. Berkualitas atau tidak tentunya semua tergantung penilaian dan apa yang didapat peserta serta tergantung level peserta.

Bagaimana dalam praktek? Saya melihat banyak yang melakukan kesalahan dalam analisa dengan FEM geoteknik. Bahkan dalam salah satu proyek besar dimana analisanya dilakukan seorang lulusan S3 juga ada kesalahan kesalahan signifikan.

Dalam salah satu proyek lain yg saya ikut didalamnya, ada juga kesalahan yang cukup fatal yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konsultan terkenal.

Untungnya kedua proyek itu direview oleh orang orang yang mampu melihat keanehan keanehan dalam hasil keluaran program. Walaupun mungkin saja mereka tidak ahli dalam mengoperasikan software tsb.

Ada proyek yang mengalami keruntuhan fatal, lalu setelah muncul ke permukaan, perusahaan perancang buru-buru beli software asli. Bagi kita orang Indonesia, sebagai tata krama yang entah benar atau tidak, sering kita tabu (atau takut atau demi sopan santun?) menyebutkan kegagalan-kegagalan proyek dan bahkan sering menguburnya dalam-dalam.

Nah kita sebut satu kegagalan di Singapore yang dibuka dan menjadi bahan pembelajaran banyak ahli geoteknik sedunia, yaitu keruntuhan Nicoll Highway di Singapore. Keruntuhan yg “hanya” menelan 4 korban jiwa, namun berakitbat seluruh proyek galian di Singapore praktis dihentikan selama masa investigasi yang memakan waktu hampir 3 tahun. Lahirlah apa yang dinamakan undrained analysis Method A, B, C. Apakah anda sudah tahu apa itu, kaoan diaplikasikan dan apa guna serta kelemahan masing masing? Mengingatkan saja salah satu sebab keruntuhan tsb adalah karena kekurang pengetahuan tentang software Plaxis. Software tsb sempat dilarang pakai selama masa investigasi itu. Kemudian ternyata bahwa software nya tidak salah. Kekurang-pengetahuan team desainer yang menjadi slah saru sebab keruntuhan itu.

Maaf, saya tidak menuding siapapun disini, namun saya bermaksud untuk membuka kewaspadaan (awareness) teman-teman semua perlunya belajar ptogram secara tepat, bukan hanya belajar menjalankan softwarenya, tetapi background serta dasar pengetahuan serta pemilihan pemodelan dan parameter yang tepat sangat diperlukan. Segala sesuatu perlu belajar dari ahlinya. Kalau penuntunnya tidak tepat yah kita bisa semakin salah arah. Lalu ada diantara teman yang mungkin “nyinyir” dengan berkata:  “Ah ini mah promosi, merasa dia yang paling bisa.” Tidak teman (atau lawan? Saya sih tidak merasa melawan  yah). Terus terang saya pun tidak menguasai 100% program2 tersebut. Saya katakan sekalipun saya dapat mengklaim bahwa saya adalah orang pertama yang memakai Plaxis sejak 1994, sejak masih versi 4, versi DOS, hingga sekarang yang sudah versi 20, dan sudah jadi agen sejak 1996. Saya tidak menguasai semua aspek dalam Plaxis. Sekalipun saya mengajar hukum konstututif dan critical state soil mechanics, tidak semua hukum konstitutif saya kuasai! Tidak semua aplikasi Plaxis saya kuasai.

Plaxis dan software2 sejenis, merupakan program super canggih. Praktis bisa menyelesaikan banyak sekali masalah geoteknik. Cuma ya, kalau pakainya salah. Bisa juga membuat kesalahan fatal. Kita tentunya kenal apa itu gigi, tapi apakah kira semua ingat dan kenal GIGO? Garbage In Garbage Out? Yang artinya salah masukan ya salah juga keluarannya.

Pengalaman saya mengajarkan diperlukan pelatihan terstruktur, mulai dari yang paling dasar. Secara berkesinambungan. Karena apa yangnkuta pelajari di universitas sering kali terlalu luas dan sering juga saat kita menjadi mahasiswa kita hanya mengejar lulus dan mengejar angka. Dan tidak benar benar mendalami satu disiplin ilmu. Karena itu sejak tahun 2007 saya melaksanaka training training geoteknik secara berseri dan berstruktur. Terakhir training saya adalah di Maret 2020 dimana Januari 2020 sempat training Plaxis secara in house utk sebuah perusahana tambang besar di daerah relatif terpencil di Kalimantan. Feb dan Maret 2020 training umum mengenai in situ soil testing dan Plaxis. Setelah itu terpaksa terhenti karena pandemi Covid 19.

Kok bapak tidak buat online training? Saya lebih suka mengajar secara tatap muka dimana ada latihan dan ada sesi tanya jawab secara langsung, dimana saya dan asisten saya bisa melihat apakah ada kesalahan atau tidak dalam latihan2 peserta pelatihan. Cuma di jaman pandemi ini saya kuatir dengan si Covid. Kuatir si Covid membuat saya, asisten, keluarga saya serta peserta dan keluarganya terpapar. Bisa saja kita sembuh dan berhasil mengalahkan si Covid tapi penderitaan selama si Covid tinggal di tubuh kita serta biaya yang terkuras akibat hal itu??

Sepanjang 2020 hingga kini praktia proyek yang saya tangani menurun drastis. Waktu yg ada saya gunakan untuk terus memperbaiki dan menambah materi pengajaran geoteknik saya. Hasil selama setahun ini: materi uji laboratorium lengkap berikut excel spreadsheet hingga ke parameter yang diperlukan di FEM geoteknik. Buku korelasi parameter tanah. Materi kuliah terowongan.

Kini saya disarankan teman bagaimana kalau  adakan latihan tatap muka secara terbatas dengan maksimum 8 orang saja dan dengan syarat setiap peserta harus swab test dulu.

Sudah terlalu panjang yah tulisan ini. Barangkali yang minat bisa japri saya dengan topik yang diinginkan.

Selamat berakhir pekan ditengah banjir yang melanda beberapa daerah di ibu kota dan beberapa tempat lainnya.

Tetap semangat untuk Belajar sampai akhir hayat. Semoga saya bisa berkontribusi dalam khasanah geoteknik Indonesia.

Salam Geoteknik,

GTL, 200220

28
Apr

Can Plaxis 2D Model a Laterally Loaded Pile?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Someone have modeled a pile for lateral loading in PLAXIS 2D software 
he asked: In the output file, one table we can check for the results.
Could anyone please tell me what is meant by Nmin,Qmin,Mmax ?

Answer:  Old version of Plaxis 2D definitely CANNOT be used to model the laterally loaded pile. In the newest version there is a pile element. But even with this element provided, it is not for calculation of laterally loaded pile. It is a 3D problem, analysis sholud be done in Plaxis 3D. 
Q, N, M refers to shear, normal (axial) and moment.

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer