28
Feb

Sakit, Dokter & Asuransi

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in General, Life

1. Biaya rumah sakit mahal, semakin mahal. Apalagi di SG.

 2. Dokter di ID sini kayak dewa. Gak bisa dibantah. Saya pernah waktu bawa mama saya ke salah satu dokter ternama. Diagnosanya tumor otak. Saya tanya operasi disini atau di Singapore baiknya? Langsung map dibanting ke meja. Dia bilang kalau tak percaya saya tak usah ke saya. Langsung saya ajak mama pulang dan berobat ke dokter lain di SG, puas dan sembuh.

3. Belum pernah lihat team work dokter dokter spt di singapore. Banyak yang bukan ahlinya tetap menangani dan tidak merefer ke dokter lain.

4. Praktek dokter sering sampai tengah malam. Apa tuh dokter gak bisa capek dan salah diagnosa? Saya 15 tahun di SG belum pernah lihat yang praktek sampai tengah malam.

5. Pharmasi dan dokter bekerja sama “jual” obat. Namun ini terjadi juga di negara maju.

6. Etika kedokteran semakin rendah. Dokter dokter semakin komersil. Di SG juga begitu. Dokter mau kaya dan Rumah sakit jadi tempat cetak uang (?). Ini terjadi hampir di seluruh peloksok dunia. Makanya isu medicare selalu jadi topik hangat di setiap pemilihan presiden AS. Untuk yang semakin materialistik injs tidak hanya profesi dokter, tetapi terjadi di bidang apapun. Manusia semakin komersil. Kita memang berharap dokter dokter dan rumah sakit bisa lebih sosial.

7. Di masa covid ini, ada yang ambil keuntungan besar, entah benar atau tidak bertebaran isu bahwa pasien tidak covid dibilang/ditawari terima diagnosa covid, dna konon katanya ada imbalan buat si pasien dan RS bisa dapat kompensasi dari pemerintah, dna tentunga untung. Kalau iya, kemana etikanya yah?

8. Pengalaman selama di SG: ada dokter yang dihukum denda hingga 3juta dollar, dihukum tak boleh praktek sekian lama, ada juga yang dicabut ijin praktek seumur hidup. Di ID? Belum pernah dengar.

Wah….. Kok jadi ikutan nulis ngeritik yah? Tentunya masih banyak juga yang punya nurani yang mendedikasikan kepandaiannya dengan hati dan nalar yang baik. Saya pernah jumpa dokter dokter berdedikasi baik seperti itu di ID maupun di SG (tentunya juga pernah jumpa yang haus duit dan ada yg pernah saya sampai protes keras)

Nah sekarang ASURANSI. Perlu tidak? Asuransi Jiwa dan Kesehatan? Perlu! Sangat perlu.

Namun premi asuransi kesehatan juga semakin mahal, karena klaim semakin tinggi. MORAL HAZARD sangat dikenal di dunia asuransi dan ini yang mendorong premi jadi mahal. Mengapa? Karena dokter dan rumah sakit, selalu tanya pasien apa ada asuransi, lalu sering kali memeriksa pasien secara super. Yang tidak perlu di test juga di test. Toh ada asuransi yang bayar. Kadang pasien yang minta, karena sering juga nasabah asuransi “tak rela” bayar premi kalau tidak klaim. Itu yang namanya moral hazard dengan akibat klaim jadi tinggi dan premi terpaksa naik. Karena hal ini sejak 2018 di SG dimulai aturan bahwa asuransi kesehatan harus sebagian ditanggung pasien/nasabah, minimal 10% harus nasabah/pasien yang bayar biaya rumah sakit (ininistilahnya co-insurance). 90% diganti asuransi. Implementasi bertahap dan sejak 2021 harus semua ada co-insurance.

Sebaliknya premi asuransi jiwa di SG turun, karena umur makin panjang. Kenapa makin panjang? Karena teknik kedokteran. Jadi??? Ya umur panjang karena perlu cari uang untuk rumah sakit 😀😀😀

Maaf kalau ada salah salah kata. Tentu semua ada kekecualian yah. Angkat 4 jempol untuk pribadi dan institusi penyelenggara keaehatan yang bekerja dengan nurani (yang tentunya mereja juga perlu uang yah, jadi ya gak bisa gratis ya. Kita2 juga harus mengerti bahwa semua perlu biaya).

GTL, 210128

28
Feb

Mampukah kita Melihat Dimensi di atas 4D?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in General, Life

Orang orang setingkat atau satu level di bawah Albert Einstein dan Hawkings yang bisa “lihat” hal hal tersebut.

Atau dikatakan dari mahluk yang berintelegentia lebih tinggi dan hidup di dimenai yang lebih tinggi yang datang ke bumi dan menjadi manusia super untuk memberi petunjuk kepada manusia akan kehidupan di dimensi lain dan bagaimana menjalani kehidupan ini.

Ada juga yang berpendapat apa yang kita sebut Tuhan dan Iblis itu sesungguhnya adalah “pertempuran” antara mahluk dimensi lain yang berusaha mengubah manusia. Dan manusia adalah percobaan mereka. Seperti kita manusia menciotan robot dari benda mati. Mereka menciptakan manusia dan segala mahluk hidup dari DNA.

Saya pribadi sejak kuliah dahulu berpendapat, jangan jangan yang kita sebut Tuhan itu adalah energi. Karena semua ini ada, alam semesta itu ada karena ada ENERGI.

Kemudian bbrp tahun terakhir ini saya membaca bahwa Ilmuwan mengatakan ada energi yang bernama “energi gelap” (bukan iblis yah) atau Dark Energy yang menggerakan semua alam semesta. Disebut energi gelap karena belum dimengerti hukum hukum fisikanya.

Nah loh…..

Jadi??? Dari mana kita datang dan kemana kita pergi???

GTL, 210124

28
Feb

Kecepatan Cahaya

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in General, Life

Apakah kecepatan cahaya konstan? Begitunkata Albert Einstein.

Kita tahu bumi selalu bergerak. Dan tahukah anda berapa cepat bumi bergerak? Katanya 30km/detik. Alias 108.000km/jam!! Bandingkan dengan kecepatan mengemudi anda!!

Nah, saat bumi bergerak mendekati satu bintang A misalnya, dan saat yang bersamaan menjauhi bintang B. Teoretis dari fisika tingkat SMA kita, kita tahu bahwa seharusnya cahaya dari bintang B akan lebih lambat tiba daripada cahaya dari bintang A.

Namun pengukuran (oleh para ahli fisika tingkat tinggi tentunya) mengatakan cahaya yang datang dari A dan B sama persis kecepatanya!!

Lalu? Kita tahu bahwa rumus menghitung jarak adalah:

S = v * t

atau:  v = S/t

S=jarak, t=waktu, v=kecepatan

Nah bila kecepatan cahaya konstan, dinotasikan sebagai c. Maka satu2nya cara agar c tetap, maka berarti:

Jarak bisa memanjang atau memendek bila waktu konstan. Atau Waktu bisa melambat atau semakin cepat! Nah… ada bukti bahwa waktu bisa melambat. Dibuktikan lewat jam super presisi bernama jam atom. Satu dibawa terbang mengelilingi bumi, ssatu berada di darat. Ternyata jam yang dibawa pesawat menunjukkan jam yang lebih lambat!!

GTL, 210124

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer