07
Apr

No Pain No Gain

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Education, General, Motivational

Tak Ada Sukses Tanpa Kepahitan

When you see a person at the top of the Himalayan peak (to illustrate:sucess/wealth/honor), you only see the glory!

Probably, it will trigger the  eagerness (the wants inside us) or jealousy (no good) of some. But, do you know, along the way, from preparation to really climb on it, how many sweat, pain, blood and tears has shed.

Ketika kamu melihat seseorang mencapai puncak Himalaya (kesuksesan/keberhasilan/kaya/kehormatan), yang terlihat hanya kehebatannya.

Barangkali akan membangkitkan keinginan untuk ikut sukses atau iri (yang tak baik). Namun, tahukah anda, dalam perjalanannya, dari mulai persiapan hingga melalukan pendakian, berapa banyak keringat, kelelahan, perjuangan air mata dan bahkan darah bercucuran?

Tanpa sebuah perjuangan berat yang sering terasa pahit tidak akan ada kesuksesan.

Tanpa rasa pahit tak ada rasa manis!!

GTL, 210328

07
Apr

Jari Telunjuk.. Ada apa?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Education, General, Motivational

Soal jari telunjuk ini saya pernah mengalami sesuatu yang kena banget.

Saat itu kira2  tahun 2010, dalam salah satu pelatihan geoteknik saya, saya cerita bahwa saya pernah ditunjuk jidat2 saya oleh Prof. Balasubramaniam. Profesor saya sewaktu ambil master tahun 1987, kira kira sekitar awal Oktober 1987, setelah ujian tengah kuartal pertama (saat itu sistem kuartal bukan sistem semesteran).

Ketika itu saya dipanggil ke kantor beliau dan ditunjuk2 jidat saya dimarahi begini: “kamu bodoh, kamu selalu ngantuk di kelas, bahasa Inggrismu amburadul!”.

Saya menjawab: “ya saya bodoh makanya saya kesini sekolah lagi, saya ngantuk gara2 mengerjakan tugas2 prof dan 3 dosen lain yang seabrek-abrek. Untuk jawab satu pertanyaan prof dan 3 dosen lain, saya harus mencari dan membaca beberapa buku di perpustakaan baru bisa menjawab. Baru bisa tidur jam 3 pagi dan kelas Prof atau kelas lain sudah mulai lagi jam 7 pagi!!”

Langsung dipotong beliau: “Saya tidak perduli, itu urusanmu! Yang saya tahu alam memberi semua orang 24 jam, baik itu putih, hitam, kuning, kaya, miskin, bodoh atau pintar, tinggal bagaimana kamu memanfaatkan 24 jam waktumu!! Kalau kamu tidak suka sekolah siap memberimu tiket untuk pulang ke negaramu! Jangan lupa kamu disini dibayar untuk belajar! (catatan: saya dapat bea siswa penuh) Di luar sana banyak orang yang siap menggantikan kursimu!!”

Pahit, kesal, capek, sedih bercampur aduk! Sebuah perjuangan berat selama 20 bulan yang disertai kehilangan berat badan 5-6kg dan dengan cucuran air mata. Makan kubatasi. Kalau uang sekarang kira kira hanya Rp. 15.000/hari demi menghemat untuk support anak dan istri dengan bea siswa yang kalau uang sekarang hanya kira kira sebesar Rp. 1.580.000/bulan. Namun TEGURAN prof Bala membuat saya lebih sadar akan arti sebuah manajemen waktu dan arti sebuah perjuangan dalam menguasai ilmu. Ternyata kemudian dari teman-teman kita tahu bahwa kami 23 orang seangkatan dari perbagai negara, semua kena teguran beliau di tengah semester pertama. Itulah cara beliau mendidik, keras, namun penuh arti.

Saat saya lulus, beliau memanggil saya kembali dan berucap: “Selamat Gouw, kamu adalah salah satu dari murid terbaik saya selama ini, saya anjurkan kamu utk terus sekolah, bakat analisa mu sangat bagus. Setiap saat kamu memerlukan rekomendasi saya, saya siap menulis untuk kamu.”

Terima kasih prof, sebuah pelajaran dan teguran yang di awal terasa pahit dan mengesalkan namun berakhir sangat berharga.

Sampai sini saya mengakhiri cerita saya.

Lalu apa hubungannya dengan jari telunjuk?? Di akhir cerita saya itu, salah satu peserta tiba-tiba nyeletuk: “Bagus Pak ceritanya. Tapi jari bapak jangan menunjuk ke arah saya dong!!”.

Rupanya, tanpa sadar saking seru bercerita, saat mengatakan jidat saya ditunjuk-tunjuk Prof. Bala, jari telunjuk saya menunjuk ke peserta itu!!

Sejak saat itu, bila bercerita dengan menunjuk, maka saya selalu mengarahkan telunjuk saya ke jidat saya sendiri!!!

GTL, 210328

28
Feb

Saran kepada Mahasiswa Pasca Sarjana

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Education, General

Kalau boleh, berikut saya memberi beberapa saran kepada mahasiswa pasca sarjana. Jangan ambil mata kulaih terlalu banyak. Atur pace anda. Kalau benar2 mau belajar dan menguasai ilmu geoteknik.

1. Cukup max 4 mata kuliah setiap semester.

2. Ikuti semua kuliah dengan konsentrasi penuh. Begitu kuliah mulai, HP off.

3. Berpikir dan bertanya. Jangan malu bertanya. Tidak ada pertanyaan bodoh selagi kta masuh berstatus mahasiswa. Apalagi dosen dosen anda merupakan orang2 berkualitas di bidangnya.

4. Setelah kuliah ulang dan berusaha buat ringkasan. Buat ringkasan dalam power point agar bisa digunakan kelak.

5. Baca text book terkait untuk memperdalam. Jangan hanya mengandalkan apa yang diberikan di kuliah. Pakai kuliah sebagai guidance untuk menggali lebih dalam.

6. Baca makalah. Berusaha utk mengerti.

7. Dari semua yang anda pelajari, pikirkan kira kira bagaimana anda menerapkan ilmu ilmu itu ke dalam praktek atau ke dalam riset lebih lanjut.

8. Bila ada yang belum dimengerti baca lagi text book yang terkait.

9. Jangan bersikap menunggu, tetapi harus bersikap mencari dan menggali. Intinya: harus lapar ilmu.

10. Jangan egois, berbagilah dengan teman, karena dengan menjelaskan ke teman, anda juga belajar.

11. Belajar = investasi. Belajarpun perlu pengorbanan. Perlu keluar uang. Jangan pelit dalam membeli buku. Membayar pelatihan/seminar/webinar. Ikuti dengan cermat sekalipun dari yang berkemampuan lebih rendah. Karena dari mereka kita juga bisa belajar. Sekalipun belajar dari kesalahan mereka. Sambil kalau bisa memberi petunjuk bagaimana seharusnya.

12. Jangan pernah merasa sudah pandai. Apalafi sampai over-convidence. Ini akan membutakan mata dan menghambat langkah maju diri sendiri.

Belajar adalah Privileged. Sebuah keistimewaan yang tidak bisa didapatkan semua orang. Bahkan saya juga perlu memperjuangkan waktu dalam kesibukan keseharian dan berjuang melawan kecenderungan bermalas-malasan!!

Bagi saya mengajar di pasca sarjana dengan berusaha sebaik mungkin juga sama dengan belajar.

Kelak setelah lulus, tetaplah luangkan waktu untuk belajar. Hidup sampai tua, belajar sampai tua.

Salam Geoteknik

GTL, 210224

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer