28
Feb

Kelemahan kita? Enjinir?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Kita kita di sini, di bumi pertiwi ini kelemahan terbesar adalah sering kali dalam mengambil keputusan, atau partisipasi dalam sesuatu, sadar tak sadar yg pertama terlintas dalam alam sadar atau bawah sadar adalah: “Apa untungnya bagi saya?”. Bila tak ada untung cenderung apatis. Atau dengan penghalusan kata kata: netral, atau no comment, atau tak ikutan.

Kalau beli barang atau jasa, ada teman atau saudara jual HP misalnya, cenderung tetap cari di luar yang menurut sang pembeli termurah. Beli software misalnya, ada agen di Indonesia, tetap googling dan berusaha beli langsung ke laur negeri dengan pikiran bisa dapat nego atau gak usah bayar pajak (karena agen di dalam negeri gak bisa lepas dari pajak). Kalau metekomendasi seseorang atau suatu barang lalu bertanya ada komisinya gak??

Lalu emangnya tak boleh? Kan itu prinsip ekonomi!!

Saya sih tertawa, betul, gak salah, itu sikap businessman tulen! Sikap prinsip “economic animal”, pengeluaran sekecil-kecilnya! Untung sebesar-besarnya!! Teori Malthus (?): homo homini lupus, manusia adalah srigala sesamanya!!

Terbayangkah oleh anda bahwa kalau anda membeli software via online atau langsung ke luar negeri (padahal harga sama dan hanya ada tambahan unsur pajak karena sang agen harus bayar pajak disini), beli langsung ke LN berarti seluruh devisa dollar kita (Indonesia) terbang seluruhnya ke LN!! Sedangkan kalau kita beli via agen disini, ada 10-20% yang tetap di Indonesia karena itu bagian komisi dari si agen, dan ada pemasukkan pajak yang masuk negara!! Bayangkan kalau dalam keluarga anda, anak anda jual HP seharga Rp. 8juta, katakan lebih mahal Rp. 250ribu dari beli di Roxy Mas misalnya, nah kalau anda beli di Roxy semua 8 juta hilang. Kalau beli dengan anak anda, 8juta plus 250ribu pindah ke kantong anak, yg notabene masih anak anda. Kalau anak anda susah kan anda juga susah atau minimal ikut repot!!

Saya melihat perusahaan2 Jepang, Prancis, China, mereka memang proyek disini selalu berusaha pakai orang2/barang2 mereka sendiri walau sedikit lebih mahal!! Mereka jauh lebih kompak!!! Walau barang bangsanya sendiri lebih mahal.

Jadi bagaimana dengan kita kalangan enjinir??  Apa kalau merekomendasi teman atau ajak teman dalam negeri bekerja sama, masih mau minta komisi?? Dan masih mencari ke luar negeri padahal ada agennya di dalam negeri???

GTL, 201011

28
Feb

Segerobak Persyaratan Tenaga Ahli

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Dunia konstruksi sekarang ini kok malah tambah “aneh” yah??

Presiden mau menyederhanakan perijinan. Ini malah daerah dan organisasi serta instansi tertentu ramai2 mengeluarkan sertifikasi, seorang tenaga ahli harus memiliki surat Ijin Perencana di hampir setiap provinsi, contoh mau kerjakan proyek di Bandung hatus ada surat ijin di Jabar. Mau di Jakarta harus ada ijin di Jakarta (ini sudah dejak tahun 80an sudah ada). Di tingkat nasional ada SKA (surat keterangan ahli) dari LPJK, terus ada lagi sertifikat keinsinyuran dari PII dan ada lagi yg terbaru namanya STRI…. Busyet deh…. Bukannya streamlining malah tambah banyak.

Pusing… Bisa bisa banyak sekali waktu dan uang terbuang untuk urus yg namanya keterangan tenaga ahli dengan segala persyaratannya yang ajubila dengan meminta banyak data, dari pengalaman, nilai kontrak, bukti kontrak, dan bukti pajak. Padahal di dunia ekonomi (kontrak) ada klausul confidentiality, data protection, dan non disclosure.

Lalu bagaimana jaminan keamanan data? Kalau sampai bocor datanya lalu apakah ada sanksi buat penyelenggara?kalau alasan untuk mengurang korupsi dan mark up, apa iya harus tenaga ahli yang memasukkan data?? Bukankah itu lebih tepat kalau mengaudit perusahaan perusahaan, instansi dan pejabat yang berwenang?…. Maaf kalau salah… Pusing soalnya!!!

GTL, 201007

28
Feb

Jual Beli SKA?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Code of Ethics, Engineers, Problems of Engineers

Ada pembicaraan di suatu group WA. Ada yang mengatakan terjadi juga jual beli SKA. Berikut komentar saya. Kalau jual beli ya tahu sendirilah. Makanya saya bilang Indonesia perlu pelajaran yang mahal.

Dulu pelajaran gedung Sanno di Pluit tahun 91 pas Tahun Baru tiba tiba miring sampai besar sehingga terpaksa dirobohkan. Sayang tidak di expose dan tidak sampai masuk pengadilan untuk mencari dimana letak kesalahan dan siapa yanv bertanggung jawab. Juga ada bbrp kasus robohnya galian dll, namun seringkali tidak terekspos untuk pelajaran bersama.

Di kita sini belum ada contoh dimana enjinir dicabut lisensi (SKA) nya seumur hidup atau bahkan masuk penjara sehingga ada efek jera. Terkadang sadar atau tidak sadar seseorang merasa bisa semua hal. Merasa menguasai atas bawah, kiri kanan. Merasa sudah mampu punya SKA bidang XYZ misalnya.

Padahal coba tanya diri sendiri, ada berapa buku yang anda baca dari awal sampai akhir di bidang XYZ itu. Atau bahkan di bidang yang anda sekarang sudah punya SKA utama. Seberapa anda menguasai suatu bidang. Sekalipun itu bidang anda sendiri? Apakah anda berani menjawab anda tahu semua?? Dan apakah anda berani menjawab bahwa anda menguasai bidang XYZ sama baiknya dengan bidang yang anda sudah punya SKA golongan utama sehingga anda juga ingin SKA utama bidang XYZ?

Ada baiknya sekali waktu ikut jawab ujian ujian sekolah S2. Lihat seberapa yg anda kuasai? Saya yg sudah mulai konsentrasi belajar geoteknik sejak 82 masih tidak berani bilang saya menguasai semua.

Contoh saja: saya mengajar critical state soil mechanics, pas ikut quiz di salah satu  international dari 40 pertanyaan ada 3 pertanyaan yang terkecoh.

Bagi yang ingin tahu dan mau coba2, ini bbrp pertanyaan off hand:

1. Apakah yield surface sama dengan faikure surface?

2. Tanah overconsolidated apakah mempunyai failure surface yang sama dengan tanah NC?

3. Kalau no 3 jawabnya sama, lalu mengapa? Kalau tidak sama lalu bagaimana seharusnya??

4. Apa nama failure surface tanah yg OC?

5. Apakah critical state line itu?

6. Apakah bidang keruntuhan Mohr Coulomb selalu linear? Kalau tidak mengapa?

7. Apakah tanah lempung selalu mempunyai kohesi? Kalau ya mengapa dan kalau tidak mengapa?

8. Dari mana kohesi itu ada?

9. Apakah state parameter?

10. Bagaimana cara memeriksa apakah saturasi (derajat kejenuhan) yg dilaporkan dalam tabel penyelidikan tanah itu benar atau tidak?

Itu saja dulu….

Jangan bilang itu gak ada hubungan dengan praktek!! Dalam hal tanah-tanah bermasalah itu menjadi sangat penting dalam menentukan analisis apa yang harus dilakukan.

Mohon maaf,  tidak salah ingin punya SKA lengkap dan ingin yg utama. Tapi ingatlah kemampuan kita dan waktu kita terbatas. Saya sih mengaku saya bukan dewa yang serba bisa.

GTL, 200916

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer