28
Feb

UU Keinsinyuran (1)

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Bagi yang sudah lulus teknik sipil dengan kurikulum lama yang harus 5 tahun dan sudah pasang gelar Insinyur sejak lulus di tahun 60an hingga akhir 80an, apakah juga harus sekolah lagi?

Dan jika UU itu segera diberlakukan seketika, maka Indonesia akan benar benar akan jadi sangat sangat kekurangan orang yang bisa praktek di dunia konstruksi. Dan pembangunan bisa bisa langsung berhenti. Begitu kan kalau undang-undang tersebut langsung diterapkan. Bukankah begitu?

Apakah undang-undang tersebut dalam peralihannya hanya semata-mata melihat gelar di ijazah? Padahal banyak sekali tenaga ahli konstruksi yang sudah mumpuni. Dan yang menguji di bidang yang ditekuni oleh ahli/pakar tersebut bahkan bisa jadi tidak se-ahli sang pakar dan bahkan bisa jadi belajar dari si pakar.

Nah apakah ini tidak dipikirkan ??

Mengapa STRI tidak langsung diberikan kepada senior-senior tsb???

GTL, 210130

28
Feb

Ir. SIPIL (Ups hapus Ir nya ganti dengan ST, loe kan belum lulus PPI)

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Kerja 15 jam tanpa uang lembur.

Kalau sebagai subkon, secara gak langsung modalin owner dan maincon.

Tiba saatnya nagih, terpaksa ngemis.

Untung kalau tak dikemplang.

Desain dah capek capek, terus dikemplang dengan alasan desain gak dipakai, proyek gak jadi dibangun.

Ngawasin pekerjaan pondasi, menyatakan pondasi tak bisa diterima dan harus ditolak. Dimusuhi kontraktor dan tidak dipuji owner. Malah uang ngawas ikut dipotong!

Ada junior cewek yg datang komplain kok bayaran lebih rendah dari gaji sekretaris.

Gak apa apa. Engineer memamg bekerja untuk pembangunan. Gaji kecil gak apa. Hasil gak sekaya pedagang gak apa. Yg penting sudah punya apartemen punya rumah punya istri punya anak dan bisa sekolahkan anak keluar negeri. Kepala tetap tegak, Walau fee desain gak kebeli unit terkecil di apartemen yg di desain bahkan kadamg WC nya saja gak kebeli. Berjalan dengan tetap tegap!! Mulut tetap berucap: puas dan bangga. Naik mobil keliling Jakarta sama anak, sambil tunjuk sana sini, itu papa yg desain pondasinya, itu papa yg kerjakan dewateringnya, itu papa yang awasi basementnya, itu…., itu…., puluhan itu. Terus si anak yag belum 17 tahun tanya: punya kita yang mana pa???

Tetap jawab dengan bangga: “walau bukan punya papa, semua itu tak akan ada tanpa papa! Dan papa gak mau juga punya gedung, pusing urusnya. Makanya papa gak punya.” Sambil menepuk dada bangga!!!

ha…ha…ha…

Serius harus tetap bangga pada profesi sendiri!!!

GTL, 210120

28
Feb

Tumpang Tindih Sertifikasi Keahlian ?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Engineers, Problems of Engineers

Ada tumpang tindih SKA, STRI, sertifikat keinsinyuran, IPTB daerah,… Rasanya berlebihan dan membuang banyak waktu produktif.

Maka usul saya:

1. Sertifikasi Nasional, baik namanya STRI, SKA atau Keinsinyuran atau apapun adanya, hanya SATU dan berlaku Nasional. Mau melalui ujian boleh boleh saja. Tapi bukan sekolah 1 tahun. Melainkan workshop untuk penyeragaman pemahaman SNI terkait.

2. IPTB propinsi (tidak boleh ada level kota yg ada hanya level propinsi) hanya berlaku bagi yang belum punya sertifikat Nasional. Boleh saja syarat memperoleh sertifikat nasional minimal harus punya satu sertifikat level propinsi dahulu.

3. Bila di propinsi tertentu punya kekhususan syarat tersendiri, maka pemegang sertifikat Nasional cukup ikut wotkshop 1 hari atau ujian mengenai kekhususan tsb untuk dapat praktek di propinsi tersebut bila berkaitan dengan hal khusus itu.

Organisasi profesi atau lembaga pengesahan sertifikasi bukan lembaga pendidikan, jadi bukan mewajibkan profesional sekolah, tetapi mewajibkan training profesional berkelanjutan, misalnya wajib ikut workshop/seminar terkait profesinya resmi minimal selama 40 jam dalam setahun.

Jadi jangan sampai sertifikasi bersifat tumpang tindih antar negara dan propinsi, serta antara organisasi/lembaga.

Jangan sampai sertifikasi profesional dijadikan ladang cari duit lembaga profesi dengan akibat saling tumpang tindih.

Begitu, mungkin ada kekurangan silakan di tambah/dikoreksi, namun jangan menambah jadi rumit. Tujuan kita dalah menjadikan profesi Sipil bermutu dan berkelas!!

GTL, 200119.

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer