04
Oct

PERLUKAH GIANT SEA WALL UNTUK JAKARTA?

Written by Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

1.       MACET, BANJIR dan Kekurangan air bersih

Walaupun penuh dengan permasalahan, Jakarta merupakan kota yang ‘dicintai’ jutaan penduduknya.  Dua masalah utama adalah kemacetan lalu lintas dan kemacetan air alias banjir. Pagi hari begitu keluar pintu, kita sudah dihadapkan dengan kemacetan, siang hari pergi rapat bersitegang melawan padatnya lalu-lintas, sore hari saat pulang kantor kembali lagi harus berjuang melawan kemacetan. tidak jarang kita menghabiskan waktu 3 – 6 jam di jalan jalan kota Jakarta, membakar bahan bakar bersubsidi ataupun tidak. Ribuan bahkan mungkin puluhan ribu liter bensin terbakar percuma dan mengotori udara Jakarta. Ketika hujan datang, segera saja genangan dimana-mana, menambah macetnya Jakarta. Januari dan Februari pemandangan banjir menjadi biasa!! Dahulu banjir lima tahunan,  kini pada tahun 2014, bukan lagi lima tahun sekali, tetapi menjadi sebulan lima kali banjir! Luar biasa!! Bahkan yang katanya musim kemarau, Juli dan Agustus 2014 ini beberapa wilayah juga tergenangi banjir, walapun hanya hujan selama satu dua jam saja!!! Ironisnya, kota yang punya “banyak air” ini juga kekurangan air bersih, di atas kertas memompa air tanah dengan sumur dalam adalah terlarang. Kenyataanya? Pabrik-pabrik industri, gedung pencakar langit baik perkantoran, apartemen ataupun hotel memompa dengan sumur dalam, mengambil air dari kedalaman 100-200m tanpa henti. Mengapa? Karena perusahaan air minum (PAM) tidak sanggup memenuhi “dahaga” penduduknya!!!

download full paper: GTL-Perlukah Giant Seawall untuk Jakarta

Trackback from your site.

Gouw Tjie Liong, Ir., M.Eng, ChFC, PhD

Dr. Gouw is a certified Professional Geotechnical Engineer. He has been working in the field of Geotechnical Engineering since 1984. His expertise covering geotechnical investigation, soil instrumentation, deep foundation and excavation for high rise buildings, pile load testing (Static and PDA), pile integrity testing (PIT), sonic logging test, vibration monitoring, slope stability, ground anchors, pumping test, dewatering, micropiles, tunnelling and ground improvement works, e.g. dynamic compaction, vertical drain, vibro-compaction, geosynthetic and grouting. The jobs cover more than 180 projects in Indonesia, Singapore and Srilanka. He has a great passion in the teaching and disseminating of geotechnical engineering knowledge. He serves as lecturer since late 1984. Currently, he serves as Associate Professor at Podomoro University, Jakarta for undergraduate study, and for post graduate students at Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Indonesia. He also conduct regular geotechnical training for engineers. He also chaired the Indonesian Chapter of International Geosynthetics Society since 2006. He has published 80 papers and 22 technical notes.

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer