Specialist in Design, Supervision/Execution of:

Dewatering,Pumping Test,PDA-PIT-Sonic Logging-Vibration Monitoring,
Pile/Plate Load Test,Soil Instrumentation,Soil Nailing,MicroPile,Grouting
Deep Foundation,Deep Excavation,Slope Stability,Ground Improvements
Geosynthetics & Other Geotechnical Works
Agent of Geotechnical Softwares:
PLAXIS, GEO5, Deltares, DC Software, RocScience, GeoSmart, NovoTech, etc.

GOUW Tjie-Liong Ir., M.Eng., ChFC

  • Senior Geotechnical Consultant
  • Chartered Financial Consultant, ChFC
  • Senior Geotechnical Engineering Lecturer/Trainer
  • Provider of Geotechnical Short Course / Training
GTL Brief Profile
09
Mar

Mengapa Perhitungan Settlement Lebih Besar dari Kenyataan?

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in Geotechnic, Note and Discussion

Masalah settlement khususnya pada bangunan bertingkat tinggi yang lazimnya disertai dengan beberapa lapis basement menjadi issue sangat penting.

  1. Perhitungan settlement pilegroup lazim dilakukan dengan cara Terzhagi atau Poulos&Davis. Dibandingkan dengan settlement aktual pilegroup _tanpa memperhitungkan kekakuan struktur bawah dan struktur atas_ manakah yang mendekati nilai aktual…? Kedua cara tersebut sebetulnya lebih cocok digunakan untuk driven pile atau bored pile…?
  2. Karena pada kenyataannya misal terdapat beberapa lapis basement (basement slab, pilecap, tiebeam, dinding basement, struktur lantai basement) dan Struktur Atasnya (balok, kolom, dan shearwall) , adakah cara bagaimana  memperhitungkan pengaruh kekakuan Struktur Bawah dan Struktur Atasnya sehingga nilainya mendekati nilai aktual yang terjadi…? Dalam suatu Seminar HAKI beberapa tahun silam pernah disajikan bahwa pada kenyataannya bangunan2 tinggi di Jakarta mengalami settlement yg nilai relatif jauh dibandingkan dengan nilai teoritis ( …note: total immediate dan consolidation settlement yg diijinkan adalah 150mm..)
  3. Saat ini sudah tersedia software Geoteknik 3D berbasis FEM antara lain Plaxis 3D dan Midas GTS NX (…new generation dr yg sebelumnya Midas GTS…) yang mampu juga memodelkan elemen Struktur Bawah , bahkan Midas GTS NX  mampu memodelkan Struktur Atasnya. Apakah teman2 sejawat ada yang sudah pernah/biasa melakukannya dan berkenan sharing pengalaman?
  4. Proses pada butir 3  memerlukan software yg mahal dan waktu yg lama+rumit…Kalau saja hal pada butir 2 dapat dilakukan dan hasilnya dapat dihandalkan, maka tentunya untuk praktisi akan sangat membantu.Atas pencerahan yang akan diberikan, dihaturkan banyak terima kasih
    (AH, 9 Maret 2015)

Berikut jawaban saya:

Kedua metoda yang ditanyakan pada dasarnya memberikan hasil yang cukup baik bila diaplikasikan secara benar dan pada kondisi yang tepat. Perbedaan hasil perhitungan penurunan dengan kenyataan dapat disebabkan oleh hal-hal sbb:
 
Cara pelaksanaan pondasi: Pada driven pile yang bersifat displacement pile, tanah (terutama sekali tanah pasir yang awalnya berupa pasir lepas) cenderung memadat akibat efek pemancangan (pada tanah lempung sedang dan lunak setelah beberapa waktu tegangan air pori berlebih juga akan terdisipasi sehingga tanah menjadi lebih padat), dengan demikian nilai parameter kekakuan tanah, Es, akan meningkat. Pada boredpile pada umumnya dasar boredpile sulit dibuat bersih sekali, sehingga ada “pelunakan” di dasar lubang, yang berakibat nilai Es menurun. Maka dalam kondisi yang sama, tiang pancang akan mengalami penurunan yang lebihh kecil.  Jadi disini perlu ada “penyesuaian” parameter kekakuan tanah yang dipakai.
Efek beban yang dipakai dalam perhitungan penurunan: Apakah beban yang dipakai dalam perhitungan merupakan beban struktur berupa beban mati dan beban hidup yang sesungguhnya. Perlu diingat bahwa sekalipun beban mati dan beban hidup sudah dihitung tanpa load factor, namun pada kenyataanya beban yang sesungguhnya lebih kecil dari kenyataan (terutama beban hidup, yang diambil antara 250kg-400kg/m2, apakah benar2 sebesar itu? Seringkali building tidak full beban per m2 nya).
Keberadaan basement: Basement dibangun dengan menggali dan membuang tanah untuk diganti dengan ruang dalam basement. Apakah beban yang dipakai dalam perhitungan sudah berupa beban gross bangunan dikurangi dengan berat tanah yang dipindahkan? Artinya dalam perhitungan settlement seharusnya digunakan beban netto yang bekerja pada tanah.
Parameter tanah yang digunakan: Dalam kenyataanya sulit sekali mendapatkan undisturbed sample untuk melakukan uji konsolidasi. Seringkali didapatkan contoh tanahnya sudah sangat terganggu atau bahkan retak. Dan sering kali parameter yang dipakai dipaksakan memakai parameter compression index, Cc, sesuai rumus konsolidasi satu dimensi, parameter yang tentunya sudah tidak representatif akibat dari contoh tanah yang tidak baik (umumnya berakibat nilai Cc dan void ratio yang terlalu tinggi). Dalam hal ini sebenarnya lebih baik dilakukan uji in-situ, misalnya uji pressuremeter plus uji dilatometer untuk mendapatkan parameter kekakuan tanah, Es, dan perhitungan penurunan dilakukan melalui parameter Es (tentunya perlu dibedakan antara kondisi undrained dan drained).
Faktor overconsolidation ratio: Sering kali dijumpai perhitungan yang memakai nilai Cc sepenuhnya, padahal kondisi tanah Jakarta yang pada kedalaman besar umumnya berupa cemented clay (dan juga cemented sand) menunjukkan adanya faktor over-consolidation. Dalam hal ini perlu diketahui berapa besaran pre-consolidation pressure (dalam uji pressuremeter dapat diekivalenkan dengan nilai yield pressure), sehingga bisa dihitung apakah beban yang mengakibatkan penurunan sudah melewati preconsolidation pressure atau belum, dengan demikian dapat pula diketahui apakah perlu digunakan recompression index (Cr), compression index (Cc), atau keduanya.

Faktor perhitungan tegangan efektif: Dalam menggunakan rumus Terzaghi, sering juga dijumpai perhitungan tegangan efektif yang salah. Antara lain akibat dari letak muka air tanah yang tidak tepat.

Faktor tegangan air pori: Rumus Terzaghi mengasumsikan tegangan air pori yang timbul sama dengan besarnya beban kerja. Hal ini tidak sepenuhnya benar, terutama dalam hal aplikasi di bangunan tinggi, disini saya kira perlu diaplikasikan SKEMPTON-BJERRUM correction factor.
Faktor overlap tegangan antara satu pile cap dengan pile cap lain: Tanpa pertolongan software tidak mudah menghitung faktor overlap beban yang terjadi di dalam tanah.
 
Faktor kekakuan struktur: Structural rigidity factor turut berperan juga. Dari pengalaman pribadi saya, dari hasil perhitungan settlement yang dilakukan, saya kalikan dengan faktor sekitar 0.75-0.85.
Faktor monitoring penurunan: Setahu saya monitor penurunan hanya dilakukan selama proses pembangunan dan umumnya tidak dilakukan setelah bangunan selesai. Sementara itu perhitungan penurunan dilakukan untuk jangka panjang (memperhitungkan faktor konsolidasi). Dengan demikian perbandingan yang dilakukan tentunya kurang representatif.
Software: Parameter dan model tanah yang digunakan sangat menentukan besaran hasil. Seringkali engineer menggunakan software tanpa mengerti plus minus nya suatu model, contohya model Mohr Coulomb umumnya menghasilkan heave yang terlalu besar saat ada galian, dan akibatnya setelah beban bekerja juga menghasilkan perhitungan penurunan yang tidak baik. Dalam segala model parameter yang digunakan juga belum tentu representatif. Jadi untuk kelas software yang sejenis dan setara, sulit mengatakan apakah suatu software lebih baik dari software lainnya.
Satu hal yang perlu saya tambahkan, sekalipun perhitungan dilakukan oleh orang geoteknik yang berpengalaman, sulit menghasilkan perhitungan settlement yang akurat. Menurut saya sudah sangat baik bila kita bisa menghitung penurunan dalam batas-batas kesalahan plus minus 50% (terutama untuk high rise building). Contoh: dalam perhitungan settlement yang dilakukan di suatu building di Jakarta, geotechnical engineer local menghitung bisa turun 90mm, sementara geotechnical engineer luar negeri (sangat ternama, istilah saya kelas ikan paus) menghitung bisa turun hingga 350mm. Setelah bertemu dan menyamakan visi tentang parameter yang diambil, hasilnya sama yaitu berkisar 90mm. Kenyataanya?? Monitoring selama proses pembangunan hingga 3 bulan setelah banguan selesai, hanya turun sekitar 30mm.


Semoga menambah sedikit insight tentang perhitungan penurunan tanah (Gouw, 9 Maret 2015).
Share
24
Feb

Testimonials after Pile Foundation Course – Feb 16-18, 2015

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in Course, Testimonials

Photo-Pelatihan pile found 16-18 Feb 2014

Aloysius BW (Farpoint – Gunung Sewu Group)​:

Terima kasih atas jerih payah Bapak yang telah mengadakan short course Pondasi ini.
Saya sangat menghormati apa yang telah Bapak lakukan, karena “banyak ” orang pintar tapi sangat sedikit yang mau membagi kepintaran dan pengalaman emas mereka demi orang lain seperti Bapak.
Sekali lagi saya sangat berterima kasih, karena setelah mengikuti short course ini , banyak hal yang saya dapatkan, terutama hal2 yang dari dahulu saya cari tahu dan tidak di dapatkan , sekarang saya dapatkan melalui short course ini.
Saya agak menyesal, karena baru tahu ttg GTL short course ini baru belakangan ini.

Dan pesan serta harapan saya , semoga Bapak tidak merasa lelah utk terus mencerdaskan enginer2 dibidang geoteknik dengan lebih sering mengadakan short course yang sangat berguna ini.

Yehezkiel ASrif Sucipto (Testana Engineering Inc)​:

Selain ilnu geoteknik kita jg belajar byk ttg prinsip hidup yh sdh Bapak bagikan .. Salam geoteknik ..
Fitria ​Gustini (Pusjatan):
“Pelatihan pile foundation yang telah saya ikuti sangat bermanfaat terhadap pekerjaan saya, pengajaran pak Gouw juga sangat simple sehingga mudah diterima dan dipahami. Disela sela materi selalu memberikan motivasi hidup yang dapat membuka pikiran kita untuk lebih baik lagi…terima kasih pak Gouw” Fitria Gustini – PusjatanHamzah Yusuf, Ir., MS, Dr. (Politeknik Negeri Ujung Pandang):

Terima kasih banyak atas ilmu yang bapak berikan dalam Course Pile Fondation, hal ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya sabagai referensi dalam pengajaran.

Kurang lebih 99 % materi yang bapak berikan adalah topik materi ajar kami dalam mata kuliah “Pondasi Dalam”, 
banyak masalah yang telah terjawab dari materi kuliah yang saya berikan ke mhs setelah mengikuti course pile foundation ini, untuk itu
kami membutuhkan info lebih banyak lagi tentang masalah yang ada dilapangan serta solusinya khususnya yang ada di Jakarta, seperti yang bapak jelaskan
karena ini akan menjadi tambahan materi ajar kami (kalau bisa dibuat dalam bentuk buku)
Saya salut dengan penampilan bapak yang tak pernah kelihatan lelah dengan memberikan materi selama tiga hari penuh (kalau bisa dibagi resepnya pak?)
Kukuh P (Politeknik Negeri Samarinda): Tujuan awal saya mengikuti short course pondasi dalam adalah menambah pengetahuan dan mengetahui permasalahan di lapangan serta solusinya, untuk kemudian harapan saya dapat dibagikan ke mahasiswa/i di Politeknik Negeri Samarinda. Ternyata setelah mengikuti short course tersebut saya merasa melebihi harapan saya, karena Pak Gouw sangat profesional dalam penyampaian materinya sehingga dalam 3 hari semua materi yang ditargetkan selesai ditambah dengan diskusi bebas tentang semua permasalahan geoteknik diluar materi serta tambahan pelajaran tentang hidup yang bisa saya ambil..
Terimakasih Pak Gouw atas dedikasinya mencerdaskan para pendidik dan praktisi di bidang geoteknik, dan selanjutnya akan berpengaruh pada perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia..Tetap semangat Pak Gouw dan sukses untuk semua impian dan harapan Bapak.
Share
30
Dec

“Knock, and the door shall be opened for you.”

Written by Gouw Tjie Liong. Posted in General, Life

Let’s get ready to knock on the 2015 door…

May the door be wide open,

the roads ahead be smooth,

… for us to walk through.

Let’s pray that God guide us through whenever the road of 2015 becomes rough, wavy, and undulating…

Let’s us keeps the high spirits to keep learning …

Learn in every moment of our lives …

Learn to be grateful for every breath we have …

With all the moments we have, sad or happy, let us say goodbye for 2014… and with head upright, hands wide open, we step into 2015…

Keeps the spirits high …

Nurture positive attitude …

Keep and promote green nature..

Not forgetting to keep on learning …

Learn in every moment of our lives …

Learn to be grateful for every breath we have …

Last but not least, thank for being my friends…

Without friends the world will be meaningless…

Happy 2015 for every one of us!!!

(GTL, Dec 30, 2014; enroute 2 BD)

Share

Geotechnical Course

  • Soil Mechanis
  • Soil Investigation
  • Foundation Engineering
  • PIT, PDA, Sonic Logging
  • Slope Stabilization
  • Geotechnical Instrumentation
  • Deep Excavation
  • Ground Improvement
  • Geotechnical Instrumentation
  • Earthquake
  • Liquefaction Analysis
  • Application of Geotechnical Software
  • Other Geotechnical Course

Learn more

Motivational Course

  • Cultivating Engineering Judgment
  • The Problem of Engineer
  • How I Present Myself
  • Light Up
  • Toward Successful Engineering Career
  • Pressure lead to Success
  • The Up and Down of My Life
  • Theory of Emptiness
  • Turning Thought into Reality
  • Young Engineer